Ulasan : Along with the Gods: The Last 49 Days – Sekuel Menghibur

Ulasan : Along with the Gods: The Last 49 Days – Sekuel Menghibur

Ulasan : Along with the Gods: The Last 49 Days – Sekuel Menghibur

Ulasan : Along with the Gods: The Last 49 Days – Sekuel Menghibur, Awal tahun lalu, ada diantaranya film Korea berjudul Along with the Gods: The Two Words yang ikut menyemarakkan bioskop Tanah Air. Bukan hanya di negara aslinya, di Indonesia pula film itu sukses mendapatkan respon positif dan sampai popularitas yang cukup tinggi. Pada Agustus ini, seri ke-2 filmnya kembali ada dengan judul Along with the Gods: The Last 49 Days.

Film yang sudah rilis di Korea Selatan sejak awal Agustus ini telah sukses pecahkan rekor mempesona dalam dua minggu terakhir. Film ini jadi film Korea pertama yang tembus satu juta pirsawan hanya dalam satu hari penayangan. Bahkan, angka 1,4 juta pirsawan telah ditembus pada 4 Agustus 2018.

Bukan hanya prestasi dalam negeri, film ini bisa sukses pecahkan rekor internasional.

Along with the Gods 2: The Last 49 Days jadi film Korea pertama dengan pendapatan terbesar di minggu pertama perilisannya di Taiwan, Hong Kong, dan negera-negara yang lain. Film ini bahkan sukses mengalahkan beberapa film populer seperti Mission: Impossible – Fallout.

Film fantasi yang diambil dari webtoon berjudul Singwa Hamgge ini kembali disutradarai oleh Kim Yong-hwa. Beberapa pemainnnya pula sebagian besar masih sama juga dengan yang bermain di film pertama. Namun, jalan cerita yang dikasihkan lebih kompleks dan penuh twist plot. Yap, film ke-2 ini kelihatannya lebih menghadirkan konklusi untuk menjawab tanda menanyakan pirsawan dari film pertamanya.

Film pertama terpusat pada pengalaman si pemadam kebakaran bernama Kim Ja-hong (Cha Tae-hyun) yang wafat dalam tugasnya. Ditemani oleh tiga malaikat, Gang Rim (Ha Jung-woo), Hae Won-mak (Ju Ji-hoon), dan Duk Choon (Kim Hyang-gi), ia susuri kehidupan dan persidangan setelah mati agar dapat bereinkarnasi. Nah, di film keduanya ini, beberapa malaikat maut ini harus menuntun jiwa ke-49 mereka, yakni adik dari Kim Ja-hong, Soo Hong (Kim Dong-wook). Pada awalnya, Soo Hong sempat muncul dalam film pertama.

Jiwa ke-49 ini bisa ialah jiwa terakhir yang mereka tuntun ke alam baka jadi malaikat maut. Selanjutnya, mereka akan bereinkarnasi seperti yang dijanjikan pada awalnya. Bukan hanya itu, di film ke-2 ini, beberapa malaikat maut dipertemukan dengan Sung Joo-shin (Ma Dong-seok) yang tahu waktu lalu kehidupan pelik ketiganya.

Bila sudah lihat film ke-2 ini, lo akan tidak bingung jika sang sutradara pilih untuk membagi cerita ini dalam dua film. Soalnya, kisahnya benar-benar sangat kompleks untuk ditumpahkan dalam tempo 120 menit sekali tampil. Buat lo yang sudah saksikan film pertama dan ngerasa ending-nya ngegantung, di film ke-2 ini lo akan dapat jawabannya.

Beberapa hal yang tidaklah diceritain dengan gamblang dalam film pertama
Akan diterangkan lebih mendalam dalam film keduanya. Lalu, permasalahan yang tidaklah selesai betul-betul dalam film pertama, lewat Along with the Gods: The Last 49 Days, diselesaikan setuntas-tuntasnya. Ceritanya pula di uraikan dengan perlahan melalui beberapa twist plot yang tidak diduga.

Buat lo yang belum pernah saksikan film pertama, kemungkinan bertanya-tanya, “Kira-kira gua bisa menyambung, tidak, ya, langsung saksikan film keduanya?” Jawabannya, bisa. Yap, walaupun di awal-awal lo harus sedikit dibikin bingung dulu, tapi tenang saja, deh. Soalnya, Along with the Gods: The Last 49 Days tidak begitu terpaku pada cerita dalam film pertama.

Jadi, film ini masih tetap bisa di nikmati jadi film yang memiliki cerita sendiri. Namun, bila memang lo punya waktu senggang, alangkah semestinya lo sempatkan diri untuk saksikan film pertamanya. Supaya lebih gereget saja nontonnya!

Banyak yang jelaskan bila film pertamanya, Along with the Gods: The Two Worlds, menawarkan narasi yang demikian menyentuh dan mengaduk emosi. Barusan lo dibikin senyum-senyum, mood film akan langsung berubah mencolok jadi drama yang membuat dada sakit, bibir bergetar, dan air mata mengalir. Sayangnya, di film ke-2 ini ceritanya tidak semelankolis itu.

Memang, sih, filmnya lebih kompleks, sulit, dan banyak kejutan. Namun, film ke-2 ini lebih ke menguras pikiran dibanding perasaan. Pusing? Wajar. Namun, jika lo bisa memperhatikan detail plotnya, tiap-tiap narasi cerita maju-mundur yang dikasihkan sang sutradara justru akan terlihat brilian dan pandai.

Ulasan : Along with the Gods: The Last 49 Days – Sekuel Menghibur

Lo juga dapat lihat totalitas dari keseluruhnya pemeran yang semakin membuat film ini semakin memberi kepercayaan. Timbulnya Ma Dong-seok jadi beberapa ciri penting baru, yakni dewa penjaga rumah Seongjo, sukses bangun narasi di film ke-2 ini dengan utuh. Beberapa pemeran yang lain dapat juga menyelipkan unsur humor gampang yang bisa menghibur pirsawan.

Dalam film ini, lo bisa ngelihat aksi kocak yang sering berjalan pada Hae Won-maek, Duk-choon, dan si dewa penjaga rumah. Lalu, walaupun hanya untuk pemeran partisipan, DO “EXO” bisa menyiapkan kekuatan aktingnya yang menarik lewat film ke-2 ini. Akting DO di film pertama pada awalnya pula memang sempat memperoleh pujian dari sang sutradara.

Disini permasalahan penting dari The Last 49 Days bercokol. Tidak seperti The Two Worlds yang hanya tempatkan fokusnya pada pengadilan seseorang pemadam kebakaran, Kim Ja-hong (Cha Tae-hyun), ambisi si pembuat film untuk mengekspansi penceritaan ke tiga titik sambil melemparkan banyak komentar sosial tentang Korea Selatan di saat ini berefek pada cerita yang tidak semengikat awal mulanya. Kita terlalu seringkali dilempar-lempar ke tiga cerita berlainan yang perlahan-lahan tetapi tentu malah membuyarkan atensi. Susahnya, ke-3 narasi yang diprioritaskan juga mempunyai berat cengkram dibawah The Two Worlds. Cerita Kim Soo-hong tidak semenarik Kim Ja-hong karena sejumlah besar misterinya sudah tersibak di seri awal mulanya, cerita tiga pelindung begitu ngoyo dalam mendatangkan twist mendayu-dayu di dalamnya hingga berasa manipulatif, serta cerita Heo Choon-sam yang sebenarnya sangat sangat mungkin untuk menonjok emosi malah terpinggirkan sebab Kim Yong-hwa lebih tertarik untuk bermain-main dengan dua plot yang lain. Kebingungan si pembuat film untuk menempatkan fokusnya di sini, ditambah oleh ketidaksanggupannya membagi tiga linimasa itu dengan sama, pada akhirnya berefek pada laju pengisahan yang condong terseok-seok. Belum film menjejaki separuh waktu, diri ini telah alami kecapekan dalam ikuti cerita yang sok njelimet ini.

Absennya Cha Tae-hyun yang lihai dalam ngebanyol sekaligus juga berdrama ria cukuplah dirasa di sini (begitupun Oh Dal-su menjadi penuntut yang keberadaannya sangat terpaksa ditukar sebab masalah pelecehan seksual), ditambah lagi Kim Dong-wook bukan penerus yang prima dengan karakteristiknya yang sedikit susah untuk dikasihkan simpati. Tetapi kita masih tetap mempunyai Ha Jung-woo, Ju Ji-hoon, serta Kim Hyang-gi yang tunjukkan ketekunan dalam menghidupkan peranan menjadi trio penjaga dengan waktu lantas kelam, dan Ma Dong-seok yang disebut bintang sebenarnya di The Last 49 Days. Di tangannya, figur Seongju tampak demikian hangat, mengayomi, serta berwibawa hingga kehadirannya yang disebut saat-saat terunggul dalam film juga selalu ditunggu. Selanjutnya, ke empat pelakon ini dapat menjelma jadi pelindung sebenarnya buat The Last 49 Days. Tanpa ada perform solid mereka, film ini kemungkinan besar sudah terperosok ke api neraka.

Partner : DominoQQ

One thought on “Ulasan : Along with the Gods: The Last 49 Days – Sekuel Menghibur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *